Pertama-tama tentu penting bagi kita untuk memiliki pemahaman tentang apa yang kita maksud dengan arsitektur Bali. Untuk itu, saya coba menguraikan beberapa pendapat mengenai pemahaman ini.Pendapat pertama, yang sering kita dengar arsitektur tradisional Bali, adalah arsitektur yang sesuai dengan hasta kosala kosali. Hasta kosala kosali sendiri adalah kitab yang salah satunya memuat tata cara membangun […]

Melanjutkan Membaca

Tjahja Tribinuka. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS. E-mail tribinuka@ymail.com

Arsitektur tidak bisa ditelaah dengan murni secara subyektif karena kehadirannya menyangkut banyak orang. Arsitektur juga tidak bisa ditelaah dengan murni secara obyektif karena beragam orang memiliki sudut pandang tertentu dalam berkarya. Arsitektur bisa ditelaah dengan cara obyektif kontekstual, artinya bahwa arsitektur tersebut akan bersifat […]

Melanjutkan Membaca

Indah Widiastuti. Kelompok Keahlian Sejarah, Teori dan Kritik Arsitektur, SAPPK ITB. Email widiastuti911(at)gmail.com

Esai ini ditulis untuk acara Bedah Buku “Ketukangan: Kesadaran Material”, Penerbit IMAJI, yang diselenggarakan di SAPPK, ITB, Bandung tanggal 23 Februari 2015

[1]

Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Tim Kurator Paviliun Indonesia pada Pameran Arsitektur Internasional ke 14-La Biennale di Venezia, ibu […]

Melanjutkan Membaca

Gede Maha Putra. Arsitek dan penulis Arsitektur. Email gedemahaputra(at)gmail.com.

Bali awal tahun 1960an sibuk berbenah dan menata kehidupan dalam berbagai bidang. Di bidang pemerintahan terjadi transformasi dari pemerintahan kerajaan, ke pemerintahan federal dengan terbentuknya NIT lalu menjadi pemerintahan provinsi Bali yang tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masa-masa awal ini […]

Melanjutkan Membaca

Gede Maha Putra. Arsitek dan penulis Arsitektur. Email gedemahaputra(at)gmail.com.

Setelah takluknya Kerajaan Klungkung di tangan Belanda tanggal 28 April 1908 secara de facto Bali sepenuhnya jatuh ke tangan pemerintah kolonial Belanda. Bali menjadi salah satu daerah yang relatif paling singkat dikuasai oleh penjajah karena salah satu yang paling akhir ditaklukan […]

Melanjutkan Membaca

Hanson E. Kusuma. Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, SAPPK, ITB. Email hekusuma(at)gmail.com

Berlyne (1960) menyebutkan empat kriteria estetika lingkungan, yaitu kompleksitas (complexity), kebaruan (novelty), keganjilan (incongruity) dan keterkejutan (surprisingness). Peneliti yang lain, Kaplan dan Kaplan (1989) mengungkapkan empat kriteria preferensi terhadap lanskap, yaitu keserasian (coherence), kemudahan dipahami (legibility), kompleksitas (complexity) dan misteri (mystery). Dalam pengembangan pengetahuan […]

Melanjutkan Membaca

Fritz Akhmad Nuzir. Program Studi Arsitektur di Fakultas Teknik, Universitas Bandar Lampung. Email fritz.ahmad(at)gmail.com.

Dengan luas sekitar enam ribu hektar, Kota Metro sebenarnya adalah salah satu kota terkecil di provinsi Lampung dan juga di pulau Sumatera. Selain itu sumber daya alam dan manusianya juga sangat terbatas. Namun alih-alih tersendat perkembangannya, keterbatasan tersebut telah secara implisit […]

Melanjutkan Membaca

Muhammar Khamdevi. Associate of Indonesian Professional for Science, Technology and Enterprises (AIPSE). Email m.khamdevi(at)yahoo.com.

Secara tradisional, metode dan arsitektur dari rumah-rumah terapung di seluruh dunia bergantung pada kondisi perbedaan iklim, budaya dan bahan baku, yang tersedia di tempat-tempat lokal yang berbeda (Giebler, 2007). Di Indonesia, kita mengenalnya terutama pada Rumah Terapung (Panggung) Suku Bajo di […]

Melanjutkan Membaca

Tjahja Tribinuka. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS. E-mail tribinuka(at)ymail.com


Gambar 1. Walking City in New York, arsitek : Peter Cook, Archigram 1964

“Arsitektur Eksperimental” adalah salah satu cabang disiplin dari ilmu arsitektur yang lahir dari gagasan arsitek Inggris bernama Peter Cook dan kawan-kawannya sejak tahun 1960-an. Melalui majalah “Archigram” yang […]

Melanjutkan Membaca

Jo  Adiyanto. Jurusan Arsitektur, Universitas Sriwijaya, Palembang. Email johannesadiyanto(at)yahoo.com.

“Zaman dulu tidak usah dipoles juga sudah cantik alami.Berbeda dengan sekarang yang butuh polesan. Kalau tidak dipoles juga tidak apa-apa. Hanya sekarang ini jadi semacam kebutuhan untuk penyesuaian-penyesuaian.”

(Josef Prijotomo, Senin 7 April 2014, Harian Kompas hal. 12)

Kutipan yang diambil dari Harian Kompas, dengan tajuk “Arsitektur Nusantara […]

Melanjutkan Membaca
Artikel Populer

Telaah ringan oleh editor. Dapat berisi opini. Isi sepenuhnya tanggung jawab masing-masing penulis. Kirim artikel ke editorartikel@iplbi.or.id.

Artikel Temu Ilmiah

Telaah ringan oleh komisi temu ilmiah. Kirim artikel ke temuilmiah@iplbi.or.id atau alamat email yang ditentukan oleh panitia temu ilmiah.

Artikel Jurnal

Telaah oleh mitra bebestari. Jurnal hanya untuk artikel yang berisi hasil penelitian, bukan opini. Kirim artikel ke editorjunal@iplbi.or.id.