Penataan 

Indonesia memiliki beragam lansekap yang muncul karena keragaman dan karakter masyarakatnya. Ada lansekap budaya (cultural lanscape). Lansekap Budaya—suatu kawasan geografis yang menampilkan ekspresi lansekap sebagai akibat suatu pola budaya tertentu (kawasan pecinan, kauman, kolonial, kumuh, elit, kampus, dan lain sebagainya). Lansekap sejarah (historical lanscape)—-suatu kawasan geografis yang merupakan setting suatu peristiwa (tata perkebunan, lubang […]

Melanjutkan Membaca

Keseharian dan Kebaruan

On April 28, 2015 By

Hanson E. Kusuma. Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) – ITB. Email hekusuma(at)gmail.com

Pada majalah Kalawarta edisi Desember 2014, telah dibahas tentang Kompleksitas, yang merupakan salah satu kriteria preferensi terhadap estetika yang disebutkan oleh Berlyne (1960), selain kebaruan (novelty), keganjilan (incongruity), dan keterkejutan (surprisingness). Pada artikel ini, akan dibahas salah satu kriteria […]

Melanjutkan Membaca

Ary Sulistyo[1]. Email ary.sulistyo84@gmail.com

Tulisan ini merupakan refleksi memori penulis yang telah 15 tahun tinggal di Kota Depok, Jawa Barat. Salah satu kota yang berbatasan langsung dengan Ibukota Jakarta di sebelah selatan Jakarta. Kawasan Depok adalah salah satu kota dari gabungan beberapa kota lain yang akan menjadi kawasan metropolitan terbesar di dunia […]

Melanjutkan Membaca

Ary Sulistyo[1]. Email ary.sulistyo84@gmail.com

Apa yang kita bayangkan jika mengunjungi kota tua-kota tua di Pulau Jawa seperti, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya? Kesan pertama kita adalah warisan sejarah yang perlu dilestarikan untuk ilmu pengetahuan dan pariwisata. Kesan kedua adalah kesan kumuh, tidak terurus, dan bangunan nyaris bahkan roboh. Kesan kedua-lah yang penulis rasakan […]

Melanjutkan Membaca

Dyah S. Pradnya. Dosen Jurusan Arsitektur UNS. Email dyah_pradnya(at)yahoo.com.

Surakarta memiliki bangunan, kawasan, dan artefak sebagai aset sejarah-budaya multietnis, misal : Jawa ( Joglo ), Belanda/Indish ( Rumah tinggal di Laweyan & Banjarsari ), Jawa-Belanda ( Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran ), Cina ( Kelenteng dan China   Town ) , Arab ( Masjid dan Kampung Arab ) dan […]

Melanjutkan Membaca

Gede Maha Putra. Arsitek dan penulis Arsitektur. Email gedemahaputra(at)gmail.com.

Pertama-tama tentu penting bagi kita untuk memiliki pemahaman tentang apa yang kita maksud dengan arsitektur Bali. Untuk itu, saya coba menguraikan beberapa pendapat mengenai pemahaman ini.Pendapat pertama, yang sering kita dengar arsitektur tradisional Bali, adalah arsitektur yang sesuai dengan hasta kosala […]

Melanjutkan Membaca

Tjahja Tribinuka. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS. E-mail tribinuka@ymail.com

Arsitektur tidak bisa ditelaah dengan murni secara subyektif karena kehadirannya menyangkut banyak orang. Arsitektur juga tidak bisa ditelaah dengan murni secara obyektif karena beragam orang memiliki sudut pandang tertentu dalam berkarya. Arsitektur bisa ditelaah dengan cara obyektif kontekstual, artinya bahwa arsitektur tersebut akan bersifat […]

Melanjutkan Membaca

Indah Widiastuti. Kelompok Keahlian Sejarah, Teori dan Kritik Arsitektur, SAPPK ITB. Email widiastuti911(at)gmail.com

Esai ini ditulis untuk acara Bedah Buku “Ketukangan: Kesadaran Material”, Penerbit IMAJI, yang diselenggarakan di SAPPK, ITB, Bandung tanggal 23 Februari 2015

[1]

Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Tim Kurator Paviliun Indonesia pada Pameran Arsitektur Internasional ke 14-La Biennale di Venezia, ibu […]

Melanjutkan Membaca

Gede Maha Putra. Arsitek dan penulis Arsitektur. Email gedemahaputra(at)gmail.com.

Bali awal tahun 1960an sibuk berbenah dan menata kehidupan dalam berbagai bidang. Di bidang pemerintahan terjadi transformasi dari pemerintahan kerajaan, ke pemerintahan federal dengan terbentuknya NIT lalu menjadi pemerintahan provinsi Bali yang tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masa-masa awal ini […]

Melanjutkan Membaca

Gede Maha Putra. Arsitek dan penulis Arsitektur. Email gedemahaputra(at)gmail.com.

Setelah takluknya Kerajaan Klungkung di tangan Belanda tanggal 28 April 1908 secara de facto Bali sepenuhnya jatuh ke tangan pemerintah kolonial Belanda. Bali menjadi salah satu daerah yang relatif paling singkat dikuasai oleh penjajah karena salah satu yang paling akhir ditaklukan […]

Melanjutkan Membaca
Artikel Populer

Telaah ringan oleh editor. Dapat berisi opini. Isi sepenuhnya tanggung jawab masing-masing penulis. Kirim artikel ke editorartikel@iplbi.or.id.

Artikel Temu Ilmiah

Telaah ringan oleh komisi temu ilmiah. Kirim artikel ke temuilmiah@iplbi.or.id atau alamat email yang ditentukan oleh panitia temu ilmiah.

Artikel Jurnal

Telaah oleh mitra bebestari. Jurnal hanya untuk artikel yang berisi hasil penelitian, bukan opini. Kirim artikel ke editorjunal@iplbi.or.id.