Pemilihan
Ketua Pengurus IPLBI 2017-2020

Kriteria, persyaratan, azas, sistem dan mekanisme pemilihan, serta pendaftaran dan pengusulan calon ketua pengurus dapat diakses dari bawah ini.

Seminar Nasional
JATI DIRI ARSITEKTUR NUSANTARA
2018

Jurusan Arsitektur
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Tenggat Pengiriman Artikel 10 Juni 2017
Acara 11-12 Maret 2018

TEMU ILMIAH IPLBI 2017
Lingkungan Binaan
di Kawasan Rawan Bencana 

Lhokseumawe, 14-15 Oktober 201
Tenggat pengiriman artikel 9 September 2017

Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh
Ikatan Arsitek Indonesia - Aceh

Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Akademisi + Praktisi/Industri + Unsur Pemerintah + Mahasiswa
hub pengembangan, akumulasi dan penyebaran pengetahuan lingkungan binaan lintas institusi lintas profesi

Jurnal Nasional

Jurnal nasional bidang keilmuan Arsitektur, Arsitektur Lanskap, Perencanaan Wilayah dan Kota, Rancang Kota, Pariwisata dll yang terkait lingkungan binaan, yang diterbitkan di Indonesia. 

“Design Thought”: Berpikir Mendalam Melalui Desain

1 December 2017

Agus S. Ekomadyo, Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur SAPPK ITB, aekomadyo00(at)gmail.com Format artikel pdf: Ekomadyo 2017 – Design Thought (Footprint)   Di mana pendidikan tinggi (PT) arsitektur dalam era teknologi disruptif seperti saat ini? Apakah produksi arsitektur, termasuk oleh para mahasiswa, akan semakin didominasi penggunaan perangkat lunak, sebagai keniscayaan zaman, yang dikhawatirkan akan menyebabkan produksi desain arsitektur yang semakin instan? Tulisan Sudaryono (2017) tentang “Pendidikan Asembling” menggambarkan dilema peran pendidikan di universitas saat ini, apakah tetap memainkan peran penemuan…

baca selanjutnya

Arsitektur Difabel dan Belajar Place-Making bersama Penyandang Disabilitas

18 November 2017

Agus S. Ekomadyo, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB, ekomadyo(at)itb.ac.id Download pdf: Ekomadyo (2017) – Arsitektur Difabel dan Place Making Kata “difabel” diserap dari bahasa Inggris “diffable”, yang merupakan akronim dari “people with different ability”, atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “orang dengan kemampuan yang berbeda”. Istilah ini dibuat tentu bukan sekadar penghalusan dari “orang cacat”, atau dalam bahasa Inggris disebut “disabled person”, tetapi sebuah ungkapan penghargaan terhadap orang-orang yang diberi keterbatasan fisik permanen…

baca selanjutnya

Desain Busur Cetak dan Alat Kerik Gerabah di Desa Selobagus Tuban

23 October 2017

Bambang Gatot Soebroto, Jurusan Arsitektur FTSP Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Email: subrotobambang11(at)yahoo.com   Kerajinan pot gerabah mempunyai peran penting untuk kelestarian lingkungan. Pot gerabah menjadi alternatif mengurangi pot plastik di pasaran, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan industri rakyat. Pot gerabah Lebih cocok dan dingin untuk tanaman, selain warna dan tekstur terakota alami akan terlihat lebih indah. Desain busur cetak dan alat kerik ini merupakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), dengan tujuan Membuat alat untuk pembuatan pot…

baca selanjutnya

Reflective Practitioning: Menarik Nilai-nilai dari Praktik Arsitek

8 September 2017

Agus S. Ekomadyo, Staf Pengajar Program Studi Arsitektur ITB, aekomadyo00(at)gmail.com   Konsep Reflective Practitioner dikembangkan oleh Donald Schon dalam membangun masyarakat belajar (learning society) dalam suatu organisasi. Di sini dia mengkritik pendekatan rasional-teknikal untuk pengetahuan profesional yang dinilai terlalu positivistik dan deterministik dan sering tidak mampu menjawab masalah relevansi pengetahuan dengan kondisi nyata yang terjadi. Pendekatan reflektif dikembangkan Schon dengan pendekatan “seni bertindak”, mencoba mencari pelajaran-pelajaran berharga dari pengalaman yang dirasakan, untuk kemudian ditarik kembali…

baca selanjutnya

Neo Revitalisasi Kompleks PG. Colomadu

24 August 2017

Dyah.S.Pradnya.P. Dosen F.Teknik Jurusan Arsitektur UNS. Email dyah_pradnya(at)yahoo.com Kompleks BCB PG.Colomadu di desa Malangjiwan, merupakan bekas area industri era Kolonial, berupa sistem tata wilayah dan hunian. Beberapa tipe disain mewah hunian untuk pejabat dan selalu memiliki halaman luas  . Ciri khas sistem penghawaan dan pencahayaan alami,  berupa ukuran ketinggian dan jumlah bukaan bangunan maksimal. Juga terdapat bekas jalur kereta api ( lori ) / rel untuk mengangkut tebu pada area tertentu yang sudah tertimbun tanah . Juga…

baca selanjutnya

La La Land, Menjadi “Ndeso”, dan “Indonesian Dreams”

12 July 2017

Agus S. Ekomadyo, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB, ekomadyo(at)itb.ac.id https://davethenovelist.files.wordpress.com/2016/12/la-la-land-musical.jpg   Apa sih bagusnya film Lalaland, hingga sempat mau mendapatkan piala oscar (tetapi nggak jadi)? Kalau dari covernya, awalnya saya menyangka film paling cuma masalah cinta dua pasang kekasih berbalut lagu-lagu dan tari-tari saja. Ternyata lebih dari sekadar menyanyi dan menari, film ini mengisahkan perjuangan dua orang manusia untuk mencapai mimpi…

baca selanjutnya

The Bank and the Old Building

3 July 2017

Agus Ekomadyo, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB, aekomadyo00(at)gmail(dot)com   Sering suatu konsep kita terima dengan “taken for granted”: penjelasan mengapa suatu konsep itu muncul tidak disertakan dengan lengkap. Misalnya di dalam kelas, seorang guru sering bertanya, “Di hutan ada kan…”, lalu dijawab “….cil” oleh murid-murid. Mengapa harus ada kancil di hutan, sepenting apakah kancil untuk anak-anak SD, atau jangan-jangan sosok kancil bagi anak-anak SD hanya ada di dalam cerita dan…

baca selanjutnya

Desain dan Perubahan Masyarakat

3 July 2017

Agus Ekomadyo, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB, aekomadyo00(at)gmail(dot)com   Artikel ini ditulis saat penulis sedang mempelajari desain sebagai sebuah ilmu. Istilah desain sering berkonotasi dengan profesi tertentu, dan orangnya disebut desainer, yang sering kita temukan dalam desainer fashion, produk, interior, arsitek, hingga rancang kota (urban design). Namun desain juga muncul dalam kegiatan sehari-hari, dan dalam bahasa Indonesia mempunyai padanan kata “merancang”, seperti digunakan dalam merancang perjalanan, merancang karier, merancang masa depan, merancang tulisan…

baca selanjutnya

Pasar Rakyat: antara Desain dan Tatakelola

2 July 2017

Agus Ekomadyo, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB, aekomadyo00(at)gmail(dot)com   Wow, Pasar Peterongan jadi cagar budaya kota Semarang! Bagian depan pasar ini pun dirancang menjadi ruang publik, tempat duduk-duduk, dinaungi pohon tua yang sengaja ditempatkan pada sumbu simetri bangunan untuk menjadi tengaran. Ada dua prasasti disematkan di tempat ini, menegaskan kepedulian pemerintah kota terhadap keberadaan pasar rakyat. Masuk ke dalam bangunan, kesan lapang dan segar yang menyambut. Bangunan dirancang cukup tinggi, dengan pengolahan “indirect…

baca selanjutnya

Cek “Place” Sebelah: “Everyday Architecture” Dalam Sebuah Film

24 April 2017

Agus S. Ekomadyo, Dosen Arsitektur ITB, aekomadyo00(at)gmail.com Film “Cek Toko Sebelah” mungkin akan menjadi salah film yang dikenang oleh masyarakat Indonesia saat ini. Film ini tercatat dilihat oleh 2,5 juta penonton. Jumlah luar biasa ini memang berbanding lurus dengan konten yang ditawarkan oleh film ini. Saat usai menonton film ini di sebuah bioskop, penulis mengamati sebagian besar penonton masih terduduk di kursinya masing-masing, tak segera beranjak pergi seperti biasanya ketika credit title mulai dimunculkan di…

baca selanjutnya
1 2 3 12