Antologi
Puisi Arsitektur
IPLBI 2019

.
.
.
.

Pengumpulan naskah
November – Juni 2019
Revisi dan cek akhir
Akhir Juli 2019
Cetak buku
Agustus 2019


Antologi Puisi Arsitektur IPLBI 2019

by

Buku kumpulan puisi ”Antologi Puisi Arsitektur IPLBI 2019” berisikan sekumpulan puisi karya para arsitek Indonesia, khususnya anggota Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia [IPLBI]. Puisi-puisi ini gambaran tentang arsitek dan arsitektur dimata para arsitek. Memuisikan letupan kreatif dari sebuah permenungan, kontemplasi, ujaran, self critique, barangkali juga cercaan, tentang arsitek dan profesi arsitektur yang selama ini telah mereka digeluti.

Puisi yang dimuat dalam buku ini diharuskan karya asli bukan contekan, baik yang belum pernah diterbitkan sebelumnya maupun yang sudah pernah diterbitkan [bagi karya yang telah diterbitkan diwajibkan menyantumkan sumbernya]. Harapannya antologi puisi ini menjadi sebuah buku yang terdaftar dalam katalog Perpustakaan Nasional, ditandai adanya register ISBN, sehingga layak dibaca oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kegiatan penyusunan buku puisi dilakukan secara mandiri, tanpa sponsor, sehingga untuk memperoleh buku tersebut para penulis diminta mengganti ongkos cetaknya. Besaran harga akan ditentukan dalam rembug bersama. Sedangkan bagi pembeli umum, mereka yang tidak menuliskan puisinya di buku ini, akan dilayani secara jual bebas. Seluruh proses kegiatan penerbitan buku kumpulan puisi dilakukan berdasarkan aturan yang ditentukan serta diawasi oleh IPLBI.

Latar Belakang

Puisi lahir dari endapan rasa yang meletup dalam pilihan bahasa beserta rhemanya. Substansi yang akan dimuat berupa pesan-pesan penting yang disampaikan secara tertulis dengan muatan seni susastra. Sedangkan topiknya bisa jadi beragam semisal dari hal-hal biasa, yang kasual dan peristiwa keseharian yang dirasakan oleh pribadinya sebagai arsitek. Namun bisa jadi puisi arsitektur mengandung sebuah pemikiran mendalam, sebuah konsep berarsitektur, makna arsitektur. Serentetan pemikiran berkualitas yang barangkali tidak pas dan tidak pantas untuk dituliskan dalam jurnal atau penelitian, toh demikian dirasa perlu untuk disampaikan secara terbuka kepada khalayak menjadi bagian dari antologi puisi ini.

Puisi arsitektur adalah sekumpulan kata dalam larik-larik tentang karya arsitektur dan yang melingkupinya. Tetapi juga tentang alam lingkungan tempat arsitektur itu berada, bahkan apa yang selama ini hanya berada dalam mata batin saja, tersimpan dalam relung gelapnya subyektivitas para arsitek. Maka tidak mustahil bila arsitek akan memuisikan endapan pemikirannya dengan caranya sendiri yang tidak diperbuat oleh para sastrawan manapun.

Pastikan puisi arsitektur bukan karya picisan sebagai bagian dari narsisme seperti yang sekarang disenangi, merebak dibalik lensa-lensa digital. Ia juga bukan bagian dari katarsis seorang arsitek saat merasa berada dalam sepi kesendiriannya. Pastinya, puisi arsitektur akan lahir disaat garis, wujud dan ruang rancangan arsitekturnya kelu dalam menjelaskan suasana batin arsitek. Ketika seperangkat rancangan tidak cukup mampu menerjemahkan gagasan arsiteknya, atau ketika tidak ada lagi narasi dan keriuhan yang mampu mendorong menyalurkan lava keluar dari kepundan gunungnya, sebuah karya puisi dapat dirujuk.

Tidak sedikit para peneliti mengutip pendapat Wayne Attoe (1978) dalam Architecture and Critical Imagination ketika menjelaskan metode penelitiannya. Akan tetapi mereka sering kali luput –untuk tidak mengatakan melewatkan- mengikuti bagaimana cara Attoe menjelaskan nuansa sebuah kamar tidur yang diibarat sebagai ’mikro kosmos’ dan jagad pribadi si penghuni menggunakan larik-larik puisi. Attoe mengritik sebuah dunia kecil tempat yang paling aman untuk mencurahkan segenap isi hati, yang pada akhirnya menggelegak keluar dan terpuaskan secara batiniah. Sebuah keindahan kamar tidur dalam puisi arsitektur.

Tujuan Penyusunan Buku

Mengumpulkan puisi karya para arsitek tentang dunia profesinya ke dalam sebuah antologi puisi arsitektur dalam rangka Temu Ilmiah IPLBI ke VIII di Medan

Sasaran Penyusunan Buku

– Memperluas cakrawala kritik dan apresiasi terhadap karya arsitektur melalui dunia tulis
– Upaya pengayaan pengetahuan arsitektur secara populer

Manfaat 

– Masyarakat dapat mengapresiasi arsitektur melalui bahasa tulis
– Memperluas apresiasi arsitek terhadap dunianya sendiri melalui dunia tulis
– Meningkatkan apresiasi terhadap arsitektur dan semesta keindonesiaan

Struktur Buku

Seseorang dimungkinkan membuat puisi dalam jumlah jamak, banyak, dengan tema bebas selama terkait dengan dunia arsitektur. Dengan demikian urutan puisi pada buku ini akan disusun berdasarkan penulisnya. Maksudnya agar memberikan gambaran seseorang dalam memandang arsitektur. Diharapkan pula bisa menjadi daya tarik bagi pembacanya melalui semesta pemikiran si penulis tersebut. Sedangkan urutan puisinya diurutkan berdasarkan topik:
[1] wacana dan konsep arsitektur,
[2] arsitek dan profesinya,
[3] bangunan, lingkungan, perkotaan,
[4] topik lainnya.

Halaman dalam sesudah judul terdapat editorial. Di halaman berikutnya kata pengantar dan sambutan serta komentar dari beberapa tokoh seperti ketua panitia penyelenggara TI IPLBI, dan ketua IPLBI atau yang mewakilinya. Terdapat beberapa ilustrasi terpisah [tidak perlu gayut dengan puisinya] untuk menambahkan daya tarik buku.

Sampul

Berwarna, monokrom atau dengan sedikit warna untuk memberikan aksen, dengan penampilan yang tenang teduh dan inspiratif. Ilustrasi gambar coretan kreatif dari arsitek-seniman yang saat ini sedang ditunggu konfirmasinya. Pada halaman badan buku terdapat sketsa-sketsa arsitektur maupun gambar lukisan dan foto. Sketsa dan foto menjadi jalinan puitik bukan sekadar ilustrasi ornamental. Pada halaman depan tertulis: ”Antologi Puisi Arsitektur IPLBI 2019”

Halaman Persembahan, Editorial, Pengantar

Berlatar-belakang siluet foto bangunan dengan narasi dari beberapa personil yang dipilih oleh tim editor.
– Berisi tentang keterkaitan puisi dengan arsitektur
– uisi sebagai isi, konten, dari sebuah ruang bangunan dan kota
– Ucapan terima kasih dan pesan-pesan dari IPLBI

Isi Buku
Susunan buku ini menggunakan pedoman penulisan baku yang dirancang dalam format buku ilmiah populer. Sistematika penulisan diurutkan sebagaimana disebutkan di butir ’struktur buku’. Tulisan dan gambar menyatu agar menjadi daya tarik buku itu sendiri. Penulis dapat menyertakan puisi bersama foto dan sketsa untuk memberikan dan memperkuat daya hidup puisinya. Apabila diharapkan penulis, tim penyusun buku akan mencarikan ilustrasi yang dirasa sesuai.

Format Buku

Tampilan Buku
Buku dicetak dalam edisi luks menggunakan kertas paper matt. Halaman yang bergambar akan dibuat berwarna. Tampilan sebagai buku coffee book table, yang akan dibaca oleh khalayak ramai. Format dan tampilan sebagai berikut.
– Jumlah halaman minimal 40 halaman tidak termasuk gambar dan foto
– Menggunakan huruf standar, dibedakan antara bahasa Indonesia dan Inggris. Ukuran huruf 11, jarak satu setengah spasi.
– Menggunakan kertas berkualitas baik, paper art, dalam ukuran A5.
– Pada halaman akhir dimuat kurikulum vitea singkat para penulisnya.

Indikator Outcomes
– Terwujudnya buku kumpulan puisi arsitektur yang memiliki logat keindonesiaan.
– Menjadi buku bacaan populer di lingkungan arsitek dan masyarakat umum.

Penulis dan Karyanya
Penulis adalah arsitek, akademisi, dan mahasiswa arsitektur seluruh Indonesia terutama anggota IPLBI. Ketentuan isi dan penulisannya sebagai berikut:
– Puisi tentang manusia, alam lingkungan, material yang ada d ilingkungan kita sehari-hari, teknologi hingga masalah spiritual dan filsafat
– Jumlah puisi yang dikirimkan ke panitia bebas
– Puisi tidak akan diedit, termasuk kesalahan ketik tanggung jawab penulis
– Isi tidak mengandung hoax, masalah SARA, anti pornografi dan pornoaksi serta tidak melanggar tata susila,
– Sesuai dengan norma dan ketentuan perundangan yang berlaku, tidak bermuatan politik praktis
– Boleh menggunakan Nama Samaran.
– Menyantumkan institusi tempat kerjanya, tetapi tidak wajib.

Tim Editor
1. Ir. Priyo Pratikno, M.T.
2. Prof. Ir. Totok Roesmanto, M Eng.
3. Linda Octavia, ST, M.T.

Waktu Kegiatan
Penulisan buku dirancang selama 10 [sepuluh] bulan mulai pada bulan ini, November 2018 dan akan berakhir pada bulan Agustus 2019. Buku akan terhidang sebelum acara penyelenggaraan Temu Ilmiah 2019 di Medan.
Pengumuman : 15 November 2018
Pengumpulan naskah : November – Juni 2019
Revisi dan cek akhir : Akhir Juli 2019
Cetak Buku : Agustus 2019

Yogyakarta, 15 November 2018
Koordinator
Priyo Pratikno