Arsitek, Profesi yang Tak Tergantikan

by

Zaky A. Muhammad (15216050)          
Khana Kanun Kusumawedana (15216092)      
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini teknologi berkembang sangat pesat dan seiring berkembangna teknologi, banyak hal lain yang ikut mengalami perubahan, salah satunya adalah profesi arsitek. Jika kita melihat sedikit kebelakang sebelum ditemukan nya komputer, para arsitek drafting menggunakan teknik manual yang tentu saja sangat memakan waktu. Namun setelah berkembangnya teknologi dan penemuan aplikasi-aplikasi penunjang kebutuhan arsitek, kini drafting dapat dilakukan dengan waktu yang jauh lebih singkat dari teknik manual. Namun seiring berkembangnya teknologi, mungkinkah profesi arsitek akan tergantikan?

Pertanyaan tersebut bukannya tanpa alasan. Melihat kondisi pasar, masyarakat Indonesia masih enggan menggunakan jasa seorang arsitek untuk membangun rumah impian mereka. Bahkan banyak kita jumpai orang-orang yang lebih mempercayakan proses design rumah impian mereka kepada kontraktor. Oleh karena itu, mungkin saja profesi arsitek di Indoesia lambat laun akan dilupakan jika tidak ada langkah yang digunakan untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Menurut bapak Reza Nurtjahja, founder URBANE, biro arsitektur yang telah berdri selama kurang lebih 13 tahun, URBANE bisa bertahan selama ini karena mempunyai kesepakatan awal yang saling terbuka, ketiga founder URBANE dari awal sepakat bahwa membuat sebuah perusahaan (biro) tidak semata-mata hanya untuk mencari profit, tetapi ada alasan yang idealis. Beliau juga beranggapan bahwa sangatlah penting untuk memiliki nilai yang ingin dibawa saat hendak mendirikan sebuah biro arsitektur. Hal ini bisa dijadikan sebagai marketing perusahaan, karena beliau percaya ketika men design dengan menuangkan idealisme perusahaan, dan itu terus dilakukan, maka perusahaan tersebut akan terkenal dengan karya nya yang memiliki idealisme yang kuat.

Bapak Reza Nurtjahja juga beranggapan seorang arsitek tidak perlu khawatir dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat yang mungkin saja bisa menggantikan peran seorang arsitek. Beliau beranggapan bahwa arsitek itu adalah profesi yang multi disiplin, baik itu memproduksi suatu perencanaan, perancangan, maupun pengawasan. Peran arsitek tidak akan pernah hilang, karena profesi lain selain arsitek belum tentu memiliki sense yang kuat untuk membuat suatu bangunan. Sense yang dimiliki seorang arsitek inilah yang tidak akan bisa digantikan oleh teknologi.