Bertahan dan Berkembang dalam Arsitektur

by

Mutiara Asmara P (15216066)                
Putri Permata (15216072)                
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia sedang dalam masa berbenah. Berbenah di sini dapat diartikan sebagai proses memperbaiki yang dilakukan berbagai pihak di berbagai aspek. Salah satu hal yang sedang banyak dilakukan adalah pembangunan negara. Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan hunian dan sarana publik membuat penyelenggaraan pembangunan semakin gencar dilakukan. Hal tersebut memberi peluang kepada arsitek-arsitek untuk dapat berkontribusi dan juga membuka lapangan kerja bagi para arsitek-arsitek tersebut. Akibatnya, banyak sekali firma-firma atau biro-biro yang lahir untuk memenuhi kebutuhan akan pembangunan. Persaingan pun tidak bisa dihindari. Apakah sebenarnya yang membuat suatu firma atau biro arsitek bertahan dan berkembang hingga saat ini?

Penta Rekayasa merupakan salah firma yang beroperasi di Bandung, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1991 oleh beberapa lulusan Teknik Sipil ITB dan pada tahun 2000 mulai mengembangkan divisi arsitektur yang dikenal dengan nama Penta Architecture. Sampai saat ini lebih dari 200 proyek telah dibangun di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Penta Rekayasa merupakan salah satu contoh yang dapat dikaji untuk memberi penjelasan terkait pertanyaan yang telah muncul sebelumnya. Sebuah firma sendiri memiliki beberapa aspek di dalamnya, di antaranya adalah sumber daya manusia dan mutu. Keduanya merupakan hal penting yang harus selalu dikembangkan dan dijaga.

Sumber daya manusia tidak selalu ada dalam kondisi yang baik. Harus ada suatu sistem yang menjaga motivasi dan menambah pemahaman kepadanya. Penta Rekayasa paham akan kebutuhan tersebut, oleh karena itu terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan. Sejak awal rekrutmen pekerja, Penta Rekayasa telah melakukan pembimbingan atau penempatan pekerja baru ke dalam suatu tim proyek di mana mereka diberi pemahaman bahwa dari awal hingga akhir seorang arsitek harus dapat mempertanggung jawabkan apa yang telah digambar. Gambar tersebut merupakan suatu acuan yang sangat penting dalam proyek, seorang arsitek harus mengerti bahwa profesinya bukan sekedar mewujudkan desain saja tetapi juga harus dapat memenuhi persyaratan teknis. Lewat bimbingan ini Penta Rekayasa melakukan upaya untuk memberi pemahaman dan mempersiapkan arsitek akan profesi yang akan dijalaninya. Selain pembimbingan, Penta Rekayasa juga memberlakukan proses penjenjangan bertahap di mana diberi pengetahuan mengenai material bangunan, sistem konstruksi, studi banding, dan masih banyak lagi. Dalam hal pengendalian mutu Penta Rekayasa telah mendapatkan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001 sejak tahun 2002, dan saat ini telah diperbaharui ke dalam versi tahun 2015.

Penjelasan di atas memberi gambaran bagaimana manajemen suatu firma dalam mengakomodasi aspek-aspek penting sehingga tetap tercerdaskan, terperbaharui, dan terjaga. Hal tersebut menjadi penentu keberlangsungan firma untuk dapat bertahan dan berkembang. Dari penjelasan tersebut dapat kita pahami bahwa ilmu arsitektur akan terus berkembang, adaptasi merupakan hal yang penting dan sangat diperlukan dalam keberjalanan profesi. Ada baiknya memberlakukan suatu sistem di mana kita dapat terus bersiap akan ide-ide baru. Dengan hal tersebut bukan tidak mungkin masa depan arsitektur di Indonesia akan terjamin.