Bertahan dari Dua Kali Krisis Ekonomi

by

Aminatun Jahroh (15216056)           
Cherryl S. Zadhine (15216040)       
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Krisis ekonomi adalah kondisi yang mengacu pada perubahan drastis pada perekonomian. Perubahan ekonomi yang terjadi secara cepat mengarah pada turunnya nilai tukar mata uang dan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Indonesia telah mengalami dua kali krisis ekonomi. Pertama, pada tahun 1998, krisis ekonomi disebabkan oleh besarnya hutang-hutang luar negeri yang dimiliki Indonsia serta laju inflasi yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan nilai tukar rupiah menjadi sangat kecil terhadap dolar. Kedua, pada tahun 2008, krisis ekonomi bermula pada krisis ekonomi Amerika Serikat yang kemudian menyebar ke negara-negara lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Krisis ekonomi Amerika diawali karena adanya dorongan untuk konsumtif (propincity to Consume).

Krisis ekonomi memberikan dampak negatif yang bermacam-macam bagi Indonesia. Salah satunya adalah dampaknya kepada perusahaan-perusahaan dan industri Indonesia. Pendapatan per kapita yang turun secara drastis, inflasi, dan keadaan ekonomi yang kacau menyebabkan banyak perusahaan yang bangkrut. Perusahaan yang tutup menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan sehingga penganguran meningkat drastis. Selain itu, banyak perusahaan yang tidak mampu lagi membayar gaji pegawainya. Akibatnya Pemutusan Hbungan Kerja (PHK) terjadi di mana-mana.

Akan tetapi tidak semua perusahaan mengalami kerugian besar akibat krisis ekonomi tersebut. Ada juga beberapa perusahaan yang mampu bertahan melewati dua krisis ekonomi tersebut. Salah satunya adalah perusahaan konsultan BITA yang masih berdiri hingga sekarang sejak tahun 1980. Bahkan, BITA mampu mengembangkan perusahaannya. Saat ini, BITA telah memiliki berbagai macam jenis proyek yang ditangani dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

BITA didirikan oleh Bambang, Irawan, Taufik, dan Ari yang kemudian inisial keempat nama pendiri tersebut menjadi nama  perusahaan. Didirikan pada tahun 1980 di Bandung, BITA tumbuh sebagai perusahaan konsultan nasional dengan sumber daya multi disiplin ilmu dalam satu perusahaan, seperti arsitektur, struktural, mekanikal (perpipaan dan listrik), telekomunikasi, dan kemampuan engineering. Dari awal mulanya melayani klien lokal di wilayah Bandung Jakarta, BEE sekarang menyediakan layanan untuk Klien di seluruh negeri, serta secara global (Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, Australia, Filipina, Timor Leste, Nigeria, Singapura dan DR Kongo-Afrika, dll).

Pada awal-awal pendiriannya lebih fokus kepada proyek-proyek bangunan industri seperti pabrik dan tambang. Kelebihan BITA dibandingkan dengan perusahaan konsultan lain ada pada pengetahuan. BITA memiliki pengetahuan tentang proses-proses poduksi yang terjadi di dalam proyek industri dan tambang. Oleh karena itu, BITA memiliki kemungkinan lebih besar untuk memahami  desain yang efektif dan diinginkan klien. Airmas Asri adalah perusahaan konsultan besar di Jakarta yang banyak menangani proyek-proyek bangunan-bangunan di Jakarta tapi sebagian besar tenaga arsiteknya berasal dari luar. Saat itu BITA belum fokus ke dalam bidang arsitektural. BITA memiliki kapabilitas dan memang mengkhususkan untuk menangani proyek-proyek industrial dan pertambangan. Pada saat itu, proyek semacam itu memiliki income yang besar. Hal itulah yang menyebabkan BITA bisa bertahan sampai sekarang.