Buku: Transformasi dan Resiliensi dalam Perspektif Mahasiswa Sarjana Arsitektur

by

Pengantar untuk Antologi Buku “Transformasi Arsitektur di Lingkungan Perkotaan” dan “Resilensi dalam Arsitektur”. Bandung, ITB Press, 2019

Editor: Agus S. Ekomadyo, Iwan Sudradjat, Boedi Darma Sidi, Dewi Larasati

Link Pemesanan Buku:

Ada banyak isu tentang lingkungan binaan yang bisa direspon oleh arsitek. Karena sejatinya karya-karya arsitektur lahir dari konteks permasalahan tertentu. Respon terhadap suatu isu tertentu bisa dibaca bagaimana kepekaan dunia arsitektur terhadap suatu permasalahan dalam konteks ruang dan waktu tertentu.

Dua buku ini merupakan kumpulan tulisan dari mahasiswa sarjana arsitektur ITB dalam merespon isu-isu tertentu melalui matakuliah Seminar Arsitektur. Tahun 2017 isu yang diangkat adalah transformasi arsitektur di lingkungan perkotaan (Gambar 1). Sedangkan tahun 2018 dipilih isu resiliensi dalam arsitektur (Gambar 2)

Isu transformasi arsitektur di lingkungan perkotaan dipilih dengan pemahaman bahwa kota merupakan entitas yang selalu tumbuh dan berkembang. Kota senantiasa bergerak dengan aneka perubahan, bertransformasi, dan memberikan jejak pada arsitektur yang ada di dalamnya. Ada beberapa isu transformasi yang menarik mahasiswa arsitektur untuk dikaji lebih dalam. Pembangunan taman kota secara massif di kota Bandung tahun 2013-2018 menarik bagi mahasiswa untuk dikaji, bagaimana elemen-elemen arsitektur pada taman-taman tersebut mempunyai korelasi dengan perilaku penggunanya. Ada yang melihat secara kritis, konstruksi citra suatu kawasan yang mampu menarik pengunjung, namun lebih didorong untuk kepentingan bisnis dan banyak terjadi penyederhanaan citra arsitektural. Beberapa mahasiswa memilih mengamati lingkungan sekitarnya, tentang bentang jalan (streetscape) di kawasan hunian mahasiswa, atau preferensi pemilihan tempat duduk pada tempat makan yang sering digunakan oleh mahasiswa. Beberapa memilih untuk meneliti dampak pembangunan apartemen terhadap masyarakat sekitarnya. Yang lain tertarik pada fenomena strategi adaptasi arsitektural “rumah usaha”: rumah tinggal yang dimodifikasi sebagian merespon potensi ekonomi akibat aktivitas mahasiswa di sekitarnya. Mengkaji relevansi arsitektur dalam kehidupan kota ternyata mampu menghasilkan aneka pengetahuan tentang suatu kehidupan yang terus berubah.

Gambar 1: Cover Buku Transformasi Arsitektur di Lingkungan Perkotaan

Sementara isu resiliensi dipilih untuk merespon aneka permasalahan yang muncul saat banyak bencana mendera tanah air kita. Pada hakikatnya, arsitektur hadir sebagai media adaptasi antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Yang beraneka adalah caranya untuk dihadirkan, termasuk cara pandang bagaimana adaptasi dan resiliensi manusia lewat arsitektur. Buku ini berisi aneka cara pandang mahasiswa arsitektur terhadap isu resiliensi. Paper-paper yang tersaji adalah kajian tentang efek night ventilation terhadap kenyamanan pengguna pada gedung, preferensi pengendara kendaraan bermotor terhadap solusi resiliensi tempat parkir, evaluasi higienitas kantin kampus, penambahan fungsi kamar kos pada bangunan rumah tinggal, fasilitas pedagang kaki lima, evaluasi penerapan standar keamanan dan kenyamanan taman bermain, telaah parameter desain untuk kawasan rawan kriminalitas di kampung kota, dan resiliensi masyarakat terhadap bencana banjir.

Gambar 2: Cover Buku Resiliensi dalam Arsitektur

Kedua buku ini direkomendasikan terutama untuk mahasiswa sarjana arsitektur beserta para pengajarnya, terutama sebagai benchmark bagaimana pengetahuan arsitektur dituliskan secara ilmiah. Diakui, arus utama pendidikan arsitektur adalah merancang lingkungan binaan. Namun ketika berada di dalam domain pendidikan tinggi universitas, ada konsekuensi penyajian pengetahuan arsitektur secara ilmiah. Benchmark ini menjadi penting, sejauh mana kualitas publikasi ilmiah bisa dihasilkan oleh mahasiswa sarjana arsitektur di Indonesia, menyiasati aneka keterbatasan yang ada.