Desain Busur Cetak dan Alat Kerik Gerabah di Desa Selogabus Tuban

by

Bambang Gatot Soebroto, Jurusan Arsitektur FTSP Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Email: subrotobambang11(at)yahoo.com

 

Kerajinan pot gerabah mempunyai peran penting untuk kelestarian lingkungan. Pot gerabah menjadi alternatif mengurangi pot plastik di pasaran, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan industri rakyat. Pot gerabah Lebih cocok dan dingin untuk tanaman, selain warna dan tekstur terakota alami akan terlihat lebih indah.

Desain busur cetak dan alat kerik ini merupakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), dengan tujuan Membuat alat untuk pembuatan pot gerabah menjadi lebih mudah bagi para pengrajin. Produk yang dihasilkan dinamakan “busur cetak” sebab bentuknya melengkung, hasil dari menjiplak lengkungan dalam pot.  Bagian alat permukaan busur cetak dilapisi dengan plastik atau kain  agar lempung atau tanah liat yang tempelkan tidak akan lengket.  Busur cetak dapat pula dibuat dari tepung gibsium, atau gibs board sebagai alasnya (tanah dengan gibsium adalah ‘kawan yang saling bermusuhan’, tanah liat lunak yang mengandung air akan terserap permukaan gibs yang kering ‘haus’ akan air).  Perajin Tuban (pak Sadar) menggunakan lembar seng atau alumunium, alasannya mudah diberi minyak jarak atau oli, tinggal di kwas tanah litany menjadi tidak lengket atau melekat.

Busur cetak mempunyai beberapa kelebihan: 1) tidak diperlukannya ketrampilan khusus, biasanya pengrajin gerabah perlu waktu lama untuk menjadi terampil, 2) dapat dilakukan oleh orang awam, 3) mudah diajarkan dengan cepat, 4) penggunaan bahan tanah liat menjadi lebih efisien.  Namun demikian busur cetak mempunyai kelemahan, yaitu masih memerlukan sentuhan tangan manusia. Akibatnya pot yang dibentuk tidak rapi.

Untuk memperbaiki kelemahan busur cetak, perlu dibuat alat kerik tanah liat- sekaligus menghaluskan dinding bagian dalam dan luar pot. Alat kerik lempung merupakan perangkat dari kerajinan gerabah yang berguna untuk merapikan bagian permukaan dan bagian dalam dari sebuah pot atau produk gerabah lainnya. Kerapian pengerjaan pot akan menentukan kualitas dari pot yang diproduksi. Ide alat kerik berasal dari alat Jigger, bor tangan, penggilingan daging atau peruncing pensil. Dengan alat kerik, maka keterlibatan sentuhan tangan manusia bisa dikurangi.

Sebuah alat kerik lazimnya memakai lempengan logam tipis serupa pisau atau   lembaran mika yang kaku yang berbentuk trapesium atau setengah bola.  Alat kerik juga bisa berbentuk trapesium bersilang supaya tekanan ke semua permukaan dinding pot bisa sama besar. Dengan demikian bentuk permukaan bagian dalam pot bisa tercapai kerapian yang maksimal. Alat kerik bisa dibuat dengan memanfaatkan peralatan bekas /baru dari as sepeda, kemudian dibawa kepada tukang las untuk dibuatkan engkol pemutar, ditambahkan pisau pengerik serta dudukannya, supaya mudah ditempatkan.