LABO: Arsitektur yang Bermanfaat Bagi Indonesia

by

Dimas Satrio Danardono (15216060)
Muhammad Fahmi Widiarto (15216024)
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Arsitektur di Indonesia belakangan ini mulai semakin banyak diperhatikan. Berbagai kegiatan arsitektur seperti sayembara, semakin berjamuran belakangan ini. Mulai dari sekedar sayembara desain rumah, tempat tinggal, bangunan publik, sampai bangunan monumental pun diadakan dengan berbagai hadiah yang tentunya membuat orang semakin tertarik. Sayembara ini pun biasanya diikuti oleh beragam orang, seperti mahasiswa, arsitek profesional, atau bahkan sekedar peminat yang tertarik akan sayembara tersebut. Melalui sayembara ini, selain bisa memberikan ide ide serta desain kita, bisa juga didapatkan banyak hal seperti imbalan hadiah yang menarik, pengalaman yang berharga, dan pengakuan atas karya dari orang orang. Hal inilah yang dilakukan LABO Architect agar terus bisa berkarya di bidang Arsitektur.

LABO Architecture+Design, adalah sebuah firma arsitektur yang didirikan oleh pasangan Deddy-Wahjudi dan Nelly Daniel. Mereka mendirikan firma ini awalnya melihat potensi yang dapat dilakukan di Indonesia setelah mereka dari Jepang. Setelah lulus kuliah, mereka yang memang punya latar belakang arsitektur akhirnya memilih untuk mendirikan sebuah biro desain sendiri di Indonesia. Berangkat dari ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama di Jepang, akhirnya dibuatlah sebuah biro Labo Architect.

Pada awalnya, Nelly dan Deddy memulai karirnya dengan mengikuti sayembara Masjid Raya di Padang. Nelly yang mengikuti sayembara ini pun ternyata melihat bahwa dunia arsitektur di Indonesia sendiri masih didominasi oleh ‘pemain lama’. Nelly yang kemudian menjadi finalis dalam sayembara ini melihat bahwa ternyata orang orang di dalam dunia arsitektur ini tidak lain merupakan teman temannya sendiri dan juga termasuk dosen yang pernah mengajarnya saat di ITB. Meski tidak menjadi pemenang dalam sayembara ini, namun ini menjadi pengalamannya yang sangat berharga dan ia pun meilhat potensi yang dapat dilakukan untuk arsitektur di tanah air.

Setelah mengikuti sayembara Masjid Raya tersebut, pasangan ini kemudian mulai mencoba membangun biro sendiri, LABO Architect, yang akhirnya menjadi legal terbentuk pada tahun 2008. Mulanya, LABO hanya beroperasi dengan 2 orang, yaitu Nelly dan Deddy sendiri yang berlokasi di garasi rumahnya. Seiring berjalannya waktu, dari garasi pun berekspansi hingga seluruh lantai 1 rumah terpakai sehingga akhirnya pada tahun 2011 diputuskan untuk membeli kantor baru yang sekarang sekaligus dijadikan tempat tinggal  di Bukit Dago. Mereka memilih tempat ini karena melihat potensi dari tempat ini. Tidak banyak orang yang bisa melihat keindahan dari lokasi kantor tersebut karena memiliki kontur yang ekstrim, namun setelah dijadikan kantor dapat terlihat keindahan pemandangan yang bisa dinikmati dari tempat tersebut

Menurut LABO sendiri, teknologi pada jaman sekarang sudah sangatlah maju. Dengan dunia yang luas, ekspansi bisa lebih banyak dilakukan. Dengan potensi yang sangat besar di Indonesia, merupakan suatu kewajiban bagi masyarakatnya untuk bisa berkontribusi lebih banyak untuk Indonesia. Mereka pun memilh berkontribusi dengan berarsitektur, untuk membangun sesuatu yang bisa memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan sekitar. Dalam mendesain, mereka pun selalu berpikir untuk membangun sesuatu yang bersifat sustainable atau berkelanjutan, fungsional, dan efisien dari segi ruang. Dengan menciptakan sesuatu yang memiliki ciri tersebut, hasil yang didapatkan simple namun membuat pengguna nyaman, serta diharapkan dapat memberi dampak lebih kepada lingkungan sekitar.

Sekarang LABO telah memiliki banyak klien tetap, mulai dari perorangan, maupun pihak swasta. Namun mereka tetap rajin mengikuti sayembara yang ada terlepas dari hal tersebut. Menurut Nelly, melalui sayembara kita dapat membangun jaringan dengan pada praktisi arsitek yang lain serta membangun relasi dengan calon klien. Selain itu juga, dengan sayembara ini dapat digunakan untuk mengukuhkan nama sebagai salah satu arsitek yang masih aktif dan mempunyai kemampuan di bidangnya. Nelly mengatakan jika saat mereka mengikuti sayembara, pihak penyelenggara pun akan terus mengundang mereka untuk tetap mengikuti sayembara. Melalui sayembara ini pun mereka bisa mengembangkan kemampuan tim dalam mendesain suatu karya dan menuangkan ide ide nya untuk desain yang tetap memberikan dampak positif kepada lingkungan.

Untuk LABO sendiri ke depannya, mereka pun ingin tetap meramaikan dunia arsitektur di Indonesia dengan menjadi seseorang yang ikut menyumbangkan karya karyanya, baik melalui sayembara maupun dari permintaan proyek dengan membuat sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitar.