Not Only Dream Design

by

Mutiara Asmara P (15216066)                
Putri Permata (15216072)                
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

Melihat bangunan  yang berdiri di suatu kota, mungkin banyak yang menyadari bahwa  gedung-gedung rumah sakit berbeda dengan hotel, sekolah berbeda dengan rumah, atau stadion berbeda dengan gedung pertunjukan. Perbedaan penampilan gedung-gedung tersebut dipengaruhi oleh proses bangunan-bangunan tersebut didesain oleh orang-orang atau kelompok yang memegang proyek pembangunan gedung tersebut seperti biro, firma, atau perusahaan konsultan  arsitektu. Dalam hal ini saya akan membahas salah satu biro arsitek yang fokus dalam proyek-proyek bangunan pemerintah, yaitu Penta Arsitektur. Penta Arsitektur adalah divisi dari Penta Rekayasa yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat Indonesia. Penta Rekayasa berdiri pada tahun 1991, sedangkan divisi arsitekturnya berdiri pada tahun 2000.

Penta Rekayasa tumbuh sebagai perusahaan konsultan yang mengkhususkan diri dalam bidang perencanaan, arsitektur, teknik, dan jasa manajemen konstruksi. Layanan Penta Rekayasa  mencakup proyek komersial dan sosial. Beberapa proyek adalah landmark Indonesia, seperti Menara Jakarta setinggi  558 meter di Jakarta dan Garuda Wisnu Kencana Patung setinggi 75 meter di Bali. Dan beberapa di antaranya adalah proyek paling canggih, seperti Tanjung Enim Lestari Pulp dan Kertas di Sumatera Selatan, Masjid Agung Sumatera Barat, Clinker Storage Dome dengan diameter 75 meter di Pabrik Semen Tonasa, dan 40.000 kursi Stadion Sepak Bola Gedebage di Bandung. Saat ini Penta Rekayasa telah menyelesaikan lebih dari 200 proyek di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari Penta Rekayasa, Penta Arsitektur didukung oleh arsitek dan insinyur berkualifikasi dan terampil yang berkomitmen terhadap kualitas, anggaran, dan jadwal proyek. Dengan masuknya divisi arsitektur dalam Penta Rekayasa, maka proyek-proyek Penta yang sebelumnya selalu fokus pada struktur kemudian berubah. Dalam hal mendesain, Penta Arsitekutur selalu fokus pada pendekatan fungsi. Sebelum memulai proses perancangan, akan dilakukan survei site sehingga dapat dilihat bagaimana potensi sitenya, dan kemudian dilakukan desain yang fokus pada pendekatan fungsi. Setelah itu digali konsep dari fungsi itu sendiri dan kemudian konsep daripada hal-hal yang menunjang lokasinya.

Karena kebetulan proyek-proyek yang dipegang oleh Penta sampai saat ini selalu bangunan-bangunan publik seperti rumah sakit, stadion, dan bangunan-bangunan publik lainnya, maka pendekatan yang dilakukan memang sangat tepat digunakan. Bangunan-bangunan publik memiliki banyak persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan dalam mendesain. Karena bangunan-bangunan publik yang dilahirkan haruslah memenuhi standard, sumber daya yang bekerja dalam proyek haruslah terlebh dahulu dilakukan pelatihan dengan baik. Sebelumnya, Penta selalu berusaha merekrut arsitek terbaik untuk masuk ke dalam Penta. Setelah itu dilakukan pembimbingan dan  pelatihan. Pembimbingan dilakukan agar setiap arsitek sadar pada saat menarik garis, dia menyadari bahwa setiap satu garis yang ditarik harus dipertanggung jawabkan. Apalagi untuk bangunan-bangunan publik, gambar haruslah memperhatikan persyaratan-persyaratan teknis. Selain pembimbingan seperti itu, ada juga training untuk pemahaman sistem pengendalian mutu, penambahan pengetahuan tentang material, teknis konstruksi, dan studi banding ke luar negeri.

Selama 18 tahun masa kerja, Penta Arsitektur  telah bekerja sama dengan banyak konsultan internasional, konsultan lokal, kontraktor internasional, kontraktor lokal, pemasok material, produsen, dan lembaga lain dalam industri konstruksi. Kolaborasi ini telah memperkaya kemampuan Penta Arsitektur dalam memberikan layanan kepada pemilik mana pun.  “Kita dapat recognition dari waktu ke waktu bahwa ternyata owner puas dengan desain kami. Dan Penta punya satu keahlian pada suatu bidang tertentu, seperti fungsi publik pada bangunan-bangunan pemerintah, stadion, dan rumah sakit; lebih ke bangunan yang sangat butuh pemenuhan terhadap persyaratan teknis,” ungkap ibu Tuty Zardania, associate director Penta Arsitek pada saat diwawancarai. Saat ini memang Penta Arsitek dikenal sebagai perusahaan yang unggul mengerjakan proyek bangunan-bangunan publik. Terakhir, ibu Tuty Zardania dalam wawancara menambahkan pesan untuk calon-calon arsitek agar mendesain bukan hanya desain mimpi, tetapi harus memperhatikan persyaratan-persyaratan teknis.

 

Sumber                :

http://www.architecture.penta.co.id/profile.html diakses pada Jumat, 5 Mei 2018 pukul 17.00 WIB

Wawancara dengan direktur Penta Rekayasa pada Senin, 31 April 2018 pukul 10.00 WIB