Workshop
TEMU ILMIAH IPLBI 2019 
Medan 1-3 November 2019
Tenggat pengiriman artikel 15 September 2019

Bersama Menulis Buku Teks

ARSITEKTUR
NUSANTARA

Tenggat pendaftaran kontributor 28 Februari 2019

Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Akademisi + Praktisi/Industri + Unsur Pemerintah + Mahasiswa
hub pengembangan, akumulasi dan penyebaran pengetahuan lingkungan binaan lintas institusi lintas profesi

TEMU ILMIAH - SEMINAR

Pesan prosiding
Temu Ilmiah dan Seminar IPLBI

Jurnal Nasional

Jurnal nasional bidang keilmuan Arsitektur, Arsitektur Lanskap, Perencanaan Wilayah dan Kota, Rancang Kota, Pariwisata dll yang terkait lingkungan binaan, yang diterbitkan di Indonesia. 

Ekologi, Pariwisata, dan Lingkungan Binaan Tradisonal Sunda

28 August 2015

Ary Sulistyo | Pengajar Lepas Arsitektur di beberapa universitas di Jakarta dan aktif di konsultan lingkungan EKOLOGI DAN WISATA Indonesia merupakan negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang terkaya setelah negara Brasil. Secara bioregional Indonesia terbagi menjadi tujuh biogeografik region, yaitu bio-regional Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya. Dalam setiap bioregional tersebut telah ditetapkan sejumlah taman nasional (Sugandhy, 2006). Selain itu, Indonesia kaya akan budaya baik yang tangible (tersentuh) maupun intangible (tidak tersentuh). Contohnya, candi…

baca selanjutnya

Pendidikan Arsitektur dengan Mempertimbangkan Peraturan Pemerintah

20 July 2015

Tjahja Tribinuka | Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS | E-mail tribinuka(at)ymail.com Sebagai warga Negara yang baik, tentu kita perlu untuk selalu mengamati bagaimana pemerintah kita memperhatikan bangsanya, terutama dalam masalah pendidikan. Semenjak puluhan tahun lalu, terutama setelah lengsernya Presiden Soeharto, pendidikan di negara kita ramai dengan pelaksanaan kurikulum yang mulai berubah sudut pandangnya hampir secara drastis. Dari sebuah konsep mendidik dengan eksperimen anjing melalui teori behaviouristik oleh Pavlov, kemudian diubah menjadi teori pendidikan konstruktivistik oleh…

baca selanjutnya

Apresiasi Arsitektur dengan Pengutamaan Potensi Pikiran

29 June 2015

Tjahja Tribinuka | Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITS | E-mail tribinuka(at)ymail.com Pikiran adalah segenap kinerja otak untuk menelaah suatu fenomena dan merumuskannya ke dalam sebuah hasil. Pemikiran paling sederhana adalah pendataan, lebih lanjut adalah membandingkan data yang dimiliki memori pikiran dengan fenomena yang sedang ditinjau. Pemikiran paling tinggi jika telaahnya sampai pada penelaahan fenomena yang sedang dihadapi. Dalam pemikiran ini bisa muncul sebuah kreatifitas, akan tetapi perlu dibedakan antara kreatifitas dengan fantasi. Segenap kreatifitas itu…

baca selanjutnya

Dari Taman Remaja Ke Taman Renungan Bung Karno

14 June 2015

Mukhlis A. Mukhtar | Universitas Flores | Email mukhtardesign(at)yahoo.com Apa yang kita ketahui tentang taman remaja? pastinya orang berpendapat sepeleh tentang taman tersebut. Saya tidak tahu persis taman remaja itu dibangun tahun berapa? Yang saya ketahui Taman Remaja mempunyai kenangan masa kecil yang indah buat saya. Sekilas cerita yang menarik ketika saya berumur enam tahun, minggu seperti hari biasanya seorang ayah mengajak anaknya untuk berjalan di kota Ende. Ketika sedang melewati Jalan Sukarno sang anak meminta ayahnya untuk menghampiri…

baca selanjutnya

Bergesernya Nilai Monumental Kota Ende

14 June 2015

Mukhlis A. Mukhtar | Universitas Flores | Email mukhtardesign(at)yahoo.com Hampir Sebagian kota- kota di seluruh dunia khususnya kota kota besar memiliki ciri khas yang ingin ditonjolkan untuk memberikan identitas pada kota tersebut.  Bangunan domiman merupakan salah satu identitas kota, bangunan tersebut biasanya di bangun dengan tujuan tujuan khusus sehingga memiliki kelebihan nilai kualitatif maupun kuantitatif yang memberi pengaruh bagi daerah atau objek objek lain di sekitarnya. Secara kasat mata bagunan atau elemen dominan dapat berfungsi sebagai landmark, titik (objek…

baca selanjutnya

Menjadi Ekologis: Catatan dari Seminar Rumah Tangga Masa Depan Dunia

14 June 2015

Agus S. Ekomadyo | Staf Pengajar Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung | Email agus_ekomadyo@yahoo.co.od Tulisan ini merupakan catatan terhadap seminar yang bertajuk “Rumah Tangga: Masa Depan Dunia?”. Seminar yang diselenggarakan oleh Komunitas Menjadi Ekologis bekerja sama dengan Institut Francais Indonesia (IFI) ini bermaksud mengeksplorasi premis bahwa rumah tangga, nukleus terkecil secara sosial budaya dari wujud arsitektur, menjadi penentu masa depan dunia. Ketika dunia mulai mengalami masalah lingkungan, maka upaya penyelematannya, termasuk secara arsitektural, dimulai dari…

baca selanjutnya

Arsitektur Kemasan sebagai Representasi Status Sosial Masyarakat di Kampung Kemasan Gresik

14 June 2015

Hafidz al Mubarok | Alumni Program Magister Arsitektur ITB | E-mail mr.als88(at)yahoo.com Perjalanan kota Gresik sebagai sebuah kota pelabuhan ditemukan dalam sebuah catatan ekspedisi perjalanan militer Cina yang menerangkan pada abad ke 12-13, Gresik dan Tuban berkembang sebagai kota pelabuhan yang berfungsi untuk melayani perdagangan kerajaan Majapahit. Kondisi Gresik (atau yang disebut juga Ssu-st’un / Hsin ts’un / Ko-erh-shi yang secara harfiah berarti pemukiman baru) di sebelah timur Tuban pada waktu itu dihuni…

baca selanjutnya

Melestarikan Djohar: Mengkoneksikan Kembali Pintu Gerbang Dan Menampilkan Sosok Pedamaran Lor

14 June 2015

Wijanarka | Dosen Arsitektur Universitas Palangka Raya | Email wijanark(at)gmail.com Dalam perkembangannya, strukturisasi perkotaan Semarang sejak dibangunnya jalan menyilang yang kini bernama jalan Pemuda, telah mengakibatkan dua jalan tradisional yang kini bernama Kauman dan Layur, menjadi tak tembus. Sejak pembangunan kembali Masjid Agung akibat terbakar tahun 1885, arsitek-arsitek Belanda menerapkan strategi garis (the strategy of lines) dan taktik koneksi (the tactic of connection) dalan membentuk arsitektur kota di sekitar alun-alun. Garbier, arsitek Masjid Agung meletakkan puncak masjid…

baca selanjutnya

Kawasan Wisata: Masalah Penataan dan Kepariwisataan

26 May 2015

Penataan  Indonesia memiliki beragam lansekap yang muncul karena keragaman dan karakter masyarakatnya. Ada lansekap budaya (cultural lanscape). Lansekap Budaya—suatu kawasan geografis yang menampilkan ekspresi lansekap sebagai akibat suatu pola budaya tertentu (kawasan pecinan, kauman, kolonial, kumuh, elit, kampus, dan lain sebagainya). Lansekap sejarah (historical lanscape)—-suatu kawasan geografis yang merupakan setting suatu peristiwa (tata perkebunan, lubang buaya, candi borobudur, dan lain sebagainya). Selain itu juga ada Lansekap alam (natural lanscape)—suatu kawasan geomorfologis dari berbagai rupabumi (lembah, sungai, danau…

baca selanjutnya

Keseharian dan Kebaruan

28 April 2015

Hanson E. Kusuma | Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) – ITB | Email hekusuma(at)gmail.com Pada majalah Kalawarta edisi Desember 2014, telah dibahas tentang Kompleksitas, yang merupakan salah satu kriteria preferensi terhadap estetika yang disebutkan oleh Berlyne (1960), selain kebaruan (novelty), keganjilan (incongruity), dan keterkejutan (surprisingness). Pada artikel ini, akan dibahas salah satu kriteria preferensi yang lain, yaitu kebaruan. Kebaruan dan preferensi Mengapa kebaruan cenderung disukai? Dalam buku Environmental Psychology yang ditulis oleh Bell, Fisher, Baum dan Greene (2005…

baca selanjutnya
1 5 6 7 8 9 15