Workshop
Menulis Buku Lanjutan
Materi, Strategi, dan Manajemen Penulisan

Magelang 5-6 Juli 2019.

Bersama Menulis Buku Teks

ARSITEKTUR
NUSANTARA

Tenggat pendaftaran kontributor 28 Februari 2019

Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Akademisi + Praktisi/Industri + Unsur Pemerintah + Mahasiswa
hub pengembangan, akumulasi dan penyebaran pengetahuan lingkungan binaan lintas institusi lintas profesi

TEMU ILMIAH - SEMINAR

Pesan prosiding
Temu Ilmiah dan Seminar IPLBI

Jurnal Nasional

Jurnal nasional bidang keilmuan Arsitektur, Arsitektur Lanskap, Perencanaan Wilayah dan Kota, Rancang Kota, Pariwisata dll yang terkait lingkungan binaan, yang diterbitkan di Indonesia. 

Dari Taman Remaja Ke Taman Renungan Bung Karno

14 June 2015

Mukhlis A. Mukhtar | Universitas Flores | Email mukhtardesign(at)yahoo.com Apa yang kita ketahui tentang taman remaja? pastinya orang berpendapat sepeleh tentang taman tersebut. Saya tidak tahu persis taman remaja itu dibangun tahun berapa? Yang saya ketahui Taman Remaja mempunyai kenangan masa kecil yang indah buat saya. Sekilas cerita yang menarik ketika saya berumur enam tahun, minggu seperti hari biasanya seorang ayah mengajak anaknya untuk berjalan di kota Ende. Ketika sedang melewati Jalan Sukarno sang anak meminta ayahnya untuk menghampiri…

baca selanjutnya

Bergesernya Nilai Monumental Kota Ende

14 June 2015

Mukhlis A. Mukhtar | Universitas Flores | Email mukhtardesign(at)yahoo.com Hampir Sebagian kota- kota di seluruh dunia khususnya kota kota besar memiliki ciri khas yang ingin ditonjolkan untuk memberikan identitas pada kota tersebut.  Bangunan domiman merupakan salah satu identitas kota, bangunan tersebut biasanya di bangun dengan tujuan tujuan khusus sehingga memiliki kelebihan nilai kualitatif maupun kuantitatif yang memberi pengaruh bagi daerah atau objek objek lain di sekitarnya. Secara kasat mata bagunan atau elemen dominan dapat berfungsi sebagai landmark, titik (objek…

baca selanjutnya

Menjadi Ekologis: Catatan dari Seminar Rumah Tangga Masa Depan Dunia

14 June 2015

Agus S. Ekomadyo | Staf Pengajar Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung | Email agus_ekomadyo@yahoo.co.od Tulisan ini merupakan catatan terhadap seminar yang bertajuk “Rumah Tangga: Masa Depan Dunia?”. Seminar yang diselenggarakan oleh Komunitas Menjadi Ekologis bekerja sama dengan Institut Francais Indonesia (IFI) ini bermaksud mengeksplorasi premis bahwa rumah tangga, nukleus terkecil secara sosial budaya dari wujud arsitektur, menjadi penentu masa depan dunia. Ketika dunia mulai mengalami masalah lingkungan, maka upaya penyelematannya, termasuk secara arsitektural, dimulai dari…

baca selanjutnya

Arsitektur Kemasan sebagai Representasi Status Sosial Masyarakat di Kampung Kemasan Gresik

14 June 2015

Hafidz al Mubarok | Alumni Program Magister Arsitektur ITB | E-mail mr.als88(at)yahoo.com Perjalanan kota Gresik sebagai sebuah kota pelabuhan ditemukan dalam sebuah catatan ekspedisi perjalanan militer Cina yang menerangkan pada abad ke 12-13, Gresik dan Tuban berkembang sebagai kota pelabuhan yang berfungsi untuk melayani perdagangan kerajaan Majapahit. Kondisi Gresik (atau yang disebut juga Ssu-st’un / Hsin ts’un / Ko-erh-shi yang secara harfiah berarti pemukiman baru) di sebelah timur Tuban pada waktu itu dihuni…

baca selanjutnya

Melestarikan Djohar: Mengkoneksikan Kembali Pintu Gerbang Dan Menampilkan Sosok Pedamaran Lor

14 June 2015

Wijanarka | Dosen Arsitektur Universitas Palangka Raya | Email wijanark(at)gmail.com Dalam perkembangannya, strukturisasi perkotaan Semarang sejak dibangunnya jalan menyilang yang kini bernama jalan Pemuda, telah mengakibatkan dua jalan tradisional yang kini bernama Kauman dan Layur, menjadi tak tembus. Sejak pembangunan kembali Masjid Agung akibat terbakar tahun 1885, arsitek-arsitek Belanda menerapkan strategi garis (the strategy of lines) dan taktik koneksi (the tactic of connection) dalan membentuk arsitektur kota di sekitar alun-alun. Garbier, arsitek Masjid Agung meletakkan puncak masjid…

baca selanjutnya

Kawasan Wisata: Masalah Penataan dan Kepariwisataan

26 May 2015

Penataan  Indonesia memiliki beragam lansekap yang muncul karena keragaman dan karakter masyarakatnya. Ada lansekap budaya (cultural lanscape). Lansekap Budaya—suatu kawasan geografis yang menampilkan ekspresi lansekap sebagai akibat suatu pola budaya tertentu (kawasan pecinan, kauman, kolonial, kumuh, elit, kampus, dan lain sebagainya). Lansekap sejarah (historical lanscape)—-suatu kawasan geografis yang merupakan setting suatu peristiwa (tata perkebunan, lubang buaya, candi borobudur, dan lain sebagainya). Selain itu juga ada Lansekap alam (natural lanscape)—suatu kawasan geomorfologis dari berbagai rupabumi (lembah, sungai, danau…

baca selanjutnya

Keseharian dan Kebaruan

28 April 2015

Hanson E. Kusuma | Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) – ITB | Email hekusuma(at)gmail.com Pada majalah Kalawarta edisi Desember 2014, telah dibahas tentang Kompleksitas, yang merupakan salah satu kriteria preferensi terhadap estetika yang disebutkan oleh Berlyne (1960), selain kebaruan (novelty), keganjilan (incongruity), dan keterkejutan (surprisingness). Pada artikel ini, akan dibahas salah satu kriteria preferensi yang lain, yaitu kebaruan. Kebaruan dan preferensi Mengapa kebaruan cenderung disukai? Dalam buku Environmental Psychology yang ditulis oleh Bell, Fisher, Baum dan Greene (2005…

baca selanjutnya

Menyoal Kembali Branding City Kota Depok Sebagai Kota Pendidikan: Sebuah Pandangan Retrospektif

25 April 2015

Ary Sulistyo | Email ary.sulistyo84(at)gmail.com Tulisan ini merupakan refleksi memori penulis yang telah 15 tahun tinggal di Kota Depok, Jawa Barat. Salah satu kota yang berbatasan langsung dengan Ibukota Jakarta di sebelah selatan Jakarta. Kawasan Depok adalah salah satu kota dari gabungan beberapa kota lain yang akan menjadi kawasan metropolitan terbesar di dunia dan kawasan perkotaan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara; dengan mengusung konsep Jabodetabekpunjur atau yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Puncak, Cianjur. Hal ini…

baca selanjutnya

Kota Tua Jakarta: Melangkah menuju Urban Heritage Peringkat Dunia

9 April 2015

Ary Sulistyo | Email ary.sulistyo84(at)gmail.com Apa yang kita bayangkan jika mengunjungi kota tua-kota tua di Pulau Jawa seperti, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya? Kesan pertama kita adalah warisan sejarah yang perlu dilestarikan untuk ilmu pengetahuan dan pariwisata. Kesan kedua adalah kesan kumuh, tidak terurus, dan bangunan nyaris bahkan roboh. Kesan kedua-lah yang penulis rasakan ketika berada di Kota Tua Jakarta; padahal pada awal tahun ini sudah terdaftar sebagai tentative list World Heritage UNESCO. Kota cerdas…

baca selanjutnya

In Memoriam : Citra Pusaka Arsitektur

6 April 2015

Dyah S. Pradnya | Dosen Jurusan Arsitektur UNS | Email dyah_pradnya(at)yahoo.com. Surakarta memiliki bangunan, kawasan, dan artefak sebagai aset sejarah-budaya multietnis, misal : Jawa ( Joglo ), Belanda/Indish ( Rumah tinggal di Laweyan & Banjarsari ), Jawa-Belanda ( Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran ), Cina ( Kelenteng dan China   Town ) , Arab ( Masjid dan Kampung Arab ) dan sebagainya. Aset sejarah-budaya tersebut menyebar, di berbagai lokasi, ciri fisik dan kepemilikan. Meskipun telah beralih fungsi, dikonservasi, terbengkalai bahkan beralih pemilik/dijual meski…

baca selanjutnya
1 5 6 7 8 9 15