URBANE, Biro Arsitektur, dan Idealisme

by

Zaky A. Muhammad (15216050)          
Khana Kanun Kusumawedana (15216092)      
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Bandung.

P.T. URBANE Indonesia merupakan salah satu biro arsitektur yang berada di Bandung, tepatnya berada di Jl. Cigadung Raya Barat No. 5, Cibeunying Kaler, Kota Bandung. URBANE didirikan pada tanggal 1Juni 2004 dan diresmikan menjadi Persero pada tahun 2005. Pendiri dari URBANE adalah Ridwan Kamil, Achmad D. Tardiyana, Reza A. Nurtjahja, dan Irvan P. Darwis. URBANE didirikan dengan latar belakang pemikiran bahwa ruang publik di Indonesia, khususnya di Bandung, masih dirasa kurang dibandingkan di luar negeri. Sebagai biro arsitektur yang tentunya bergerak di bidang jasa, URBANE memiliki spesialisasi di bidang Urban Design. URBANE bekerjasama dengan developer yang mempunyai properti untuk menciptakan ruang-ruang publik.

Seiring berjalannya waktu, staff URBANE pun semakin banyak. Namun ternyata URBANE membatasi jumlah staff yang berkerja hanya kurang lebih 70 orang saja. Menurut narasumber, Reza A. Nurtjahja, URBANE memang tidak ingin bironya menjadi sebuah korporat. Beliau mengatakan bahwa 70 orang masih dapat terjaga rasa kekeluargaannya.

Untuk menjaga kualitas, URBANE memberikan perlakuan khusus baik dalam penerimaan anggota maupun pelatihan bagi anggotanya. URBANE melakukan interview kepada calon anggota baru untuk menilai, dapatkan calon anggota baru ini bekerjasama secara tim. Menurut Reza, hal tang paling penting di URBANE selain kemampuan yang mumpuni, staff juga harus memiliki attitude yang baik. Untuk anggota juniornya, URBANE biasa meminta mereka untuk melakukan presentasi proyek-proyek URBANE. Selain itu, URBANE kerap mengirimkan anggotanya untuk mengikuti sayembara arsitektur.

Lalu pentingkah sebuah idealisme bagi sebuah biro arsitektur? Apakah idealisme tersebut dapat ditanggalkan demi bisnis? Dalam membuat sebuah biro arsitektur yang bergerak di bidang jasa seperti URBANE, menurut Reza A. Nurtjahja, sebuah biro haruslah memiliki idelisme yang kuat dan kemudian arah gerak dari biro tersebut haruslah sejalan dengan idealisme yang diangkat. Idealisme, menurut Reza A. Nurtjahja sangat penting, meninjau profesi arsitek dituntut untuk mempertanggungjawabkan hal-hal teknis maupun filosofis (value). Selain itu, idealisme sebuah biro dapat menjadi nilai tambah tersendiri, yakni sebagai marketing dari sebuah biro arsitektur.

PageLines